Bagaimana Mendesain User Interface Efektif ?
Dalam beberapa proyek pengembangan aplikasi, acapkali muncul beberapa permasalahan yang berkaitan dengan user intarface. Sebenarnya user interface adalah merupakan bagian yang paling kelihatan karena langsung berhubungan dengan user. Akan tetapi pengembangan user interface itu sendiri justru sering kali tidak terlalu diperhatikan pada awal pengembangan karena pengembang lebih fokus pada desain arsitektur saja. Permasalahan baru muncul kemudian setelah sistem selesai dikembangkan dan diimplementasikan atau digunakan oleh end user. Pada saat itu apabila dilakukan perbaikan sangat kecil kemungkinan bisa dilakukan, karena akan membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Permasalahan user interface ini dapat disebabkan karena kurangnya interaksi dengan user pada saat proses desain, meskipun tidak menutup kemungkinan adanya sumber permasalahan yang lain seperti adanya perubahan permintaan oleh customer selama proyek berjalan. Kondisi tersebut jika tidak dicermati dari awal dapat membahayakan kondisi proyek pengembangan software.
Dalam beberapa kasus, permasalahan user interface tersebut disebabkan karena tidak adanya fase khusus untuk melakukan desain interface dan kurangnya testing sampai sistem benar-benar akan diimplementasikan. Umumnya, fungsionalitas user interface dikembangkan berdasarkan daftar fitur yang diinginkan oleh customer saja tanpa membandingkan daftarnya dengan keinginan user (pengguna) atau bisnis proses perusahaan. Dengan mengacu pada daftar fitur tersebut, solusi user interface yang muncul kemudian adalah hasil dari pembuatan kode yang lebih berorientasi pada fitur tersebut dan bukan hasil desain secara khusus. Padahal yang cukup penting untuk dipahami dalam melakukan desain user interface adalah alur kerja pengguna dan tujuan dari pengguna menggunakan aplikasi tersebut.
Memang cukup sulit untuk mempertemukan antara keinginan user terhadap aplikasi yang dikembangkan dan proses bisnis perusahaan dengan kemudahan dalam penggunaan (user friendly). Terkadang aplikasi yang dikembangkan mempunyai fitur yang lengkap akan tetapi interface yang digunakan kurang fleksibel sehingga user pada akhirnya ogah-ogahan untuk menggunakan fitur tersebut. Pada akhirnya fitur tersebut menjadi mubadzir dan kurang bermanfaat.
Tidak sedikit developer aplikasi yang merasa bahwa desain interfacenya adalah yang paling bagus, sehingga tidak mau mengikuti standar desain dalam pengembangan user interface. Selain, itu tidak sedikit developer yang tidak peduli apakah nantinya user interface tersebut mudah atau sulit digunakan oleh user. User interface yang bagus akan memudahkan user untuk memahami domain permasalahan yang dihadapi dalam pekerjaan dan menyelesaikannya dengan aplikasi yang dibuat tanpa perlu mengikuti training atau membaca manual.
“Kebanyakan orang berpendapat bahwa user interface adalah software”
Desain user interface sangat penting untuk diperhatikan, karena beberapa alasan berikut;
- Aplikasi harus mudah digunakan, artinya user akan merasa mudah untuk menggunakannya.
- Aplikasi harus murah digunakan, murahnya tersebut dapat diukur dengan adanya kemudahan penggunaan sehingga dapat mengurangi waktu dan biaya training dan support.
- User interface berperan penting dalam proses penerimaan user terhadap aplikasi (proses change menagement), sehingga jangan terlalu underestimate terhadap value dari desain user interface.
- User harus merasa senang dan nyaman menggunakan aplikasi tersebut.
- User seharusnya tidak terlalu banyak mengeluarkan energi untuk berfikir agar bisa menggunakan aplikasi tersebut.
Dalam proses desain user interface, Theo Mandel mengilustrasikannya ke dalam empat fase iteratif, yaitu;
- Phase 1: Analyze user information.
- Phase 2: Design the user interface.
- Phase 3: Construct the user interface.
- Phase 4: Validate the user interface.







